<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/9172738961745716738?origin\x3dhttp://thethirdsign.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
S I G N
the third, the last.
"Gonna be the one that I want,
chitty chitty bang bang!" - 이효리
Kontrak Sihir.
Tuesday, June 8, 2010

TUING!

Cuma disinilah dia benar-benar merasa seperti anak normal pada umumnya. Dunia mimpi—heah. Lihat, kan, tadi dia langsung merasa ketakutan melihat paras si pria tua yang mulai mengoceh tersebut? Itu, tuh, bukti kalau Selena memang normal di dunia ini. Tapi, tumben-tumbenan dia berada disini tanpa ditemani oleh kedua kakaknya. Sifat aslinya terkuak disini, ya, ternyata? Anak kecil itu sedikit demi sedikit mulai menghilangkan rasa takutnya. Kedua matanya mengerjap cepat. Sekalinya mengerjap, perubahan besar terhadap lingkungan sekelilingnya mulai terjadi. Yailah, ini ada apa lagi, ya?

Di depannya sudah terdapat sebuah perkamen, omong-omong. Mimpi memang terasa agak aneh ketika kau mengingatnya lagi dan lagi. Itu tidak akan Selena lakukan disini, ia tidak akan memikirkannya lagi dan lagi hingga akhirnya tersadar kalau itu cuma khayalannya belaka. Karena ini nyata, Selena melihatnya sendiri dengan kedua matanya. Tangan sebelah kirinya mulai menyentuh permukaan bibir seolah sedang merasa kaget. Sedangkan tangan yang sebelahnya lagi mulai menuliskan sesuatu diatas perkamen tersebut.

Kontrak Sihir
Yah, saya mengerti dan pastinya akan berusaha mematuhi peraturan tersebut.

–Selena Nelissen

Beres, dan ngomong-ngomong, tangannya pegal.

Labels: , ,