Perdalam Pengetahuanmu #2
Monday, August 2, 2010
Tidak perlu banyak waktu untuk menunggu, ternyata. Sudah ada seorang pegawai yang langsung melayaninya. Perempuan dihadapannya langsung beranjak dan juga langsung menyerahkan apa yang dikatakan Selena tadi. Tunggu, tadi Selena tidak salah bicara, kan? Dia bilang satu set buku pelajaran, bukan hal-hal lain yang sebetulnya tidak perlu, kan? Selena kemudian menarik kedua sudut bibirnya lebar-lebar, persis seperti anak kecil yang baru saja diberikan makanan manis ataupun uang satu poundsterling untuk dijajankan. Senyumnya itu pula yang membuat lesung pipinya nampak dikedua sisi pipinya. Setahu Selena, hanya Sergio dan Selena saja yang memiliki lesung pipi. Sisanya yang lain tidak ada sama sekali.
"25 galleon untuk itu,"
25 galleon, dan semua uangnya dipegang oleh kedua kakaknya.
GRAO.
Alhasil, Selena harus meminta kepada Sergio ataupun Sander, kan? Kedua tangannya mengarah kepada pegawai tersebut, membentuk gesture seolah berkata, “Tunggu sebentar, yang pasti kurang dari lima menit, kok,” dan kemudian melangkah kecil kearah kedua kakaknya yang masih asyik mengobrol. Waktunya bagi Selena untuk merecoki kakak-kakaknya itu. “Hei, oppa, aku harus membayar belanjaanku, nih!” ujarnya dengan suara tampak kekanak-kanakan. Berharap responnya sesuai dengan apa yang dia duga sedari tadi. Memang, sih, kebanyakan apa yang diduganya itu malah tidak terjadi sama sekali, karena kedua kakaknya memang susah ditebak—sama seperti Selena, sebetulnya. Wakakak.
Benar saja. Bertolak belakang dengan dugaannya. “Uangnya tidak ada pada kami, tahu.”
Namun setelah itu, Sergio menyerahkan sebagian uang galleon yang dia ambil dari berangkas keluarganya di bank tadi kepada Selena. Geez. Selena langsung memasang tampang sebal dan beralih lagi menuju konter, tempat dimana pegawai itu sepertinya telah menunggu. Dipikir-pikir, dirinya tidak sampai menunggu lima menit, kan? Selena langsung merubah raut wajahnya yang tadinya agak cemberut menjadi sedikit lebih ceria dan ramah seperti waktu tadi dirinya memesan kepada pegawai tersebut. Tangan kirinya menyerahkan uangnya tersebut dan langsung mengambil belanjaannya. “Mm... yah, itu uangnya, cukup kok. Terima kasih, ya!” ujarnya lagi-lagi dengan nada seperti anak kecil pada umumnya. Kemudian Selena langsung melangkah menuju kedua kakaknya lagi.
Waktunya keluar dari toko ini, bukan?
Out xD
Labels: Date: 23122009, Diagon Alley: Flourish and Blotts