WANTED: ERIN SHELLEY #1
Monday, August 2, 2010
Sergio dan Sander baru saja kembali. Mereka tidak mau mengatakan mereka barusan darimana, sayangnya, kepada Selena. Membuat gadis ini barusan sedikit merajuk kepada kedua kakaknya tersebut. Yeah, yang paling kecil yang paling ingin tahu segalanya. Jadinya, Selena memasang tampang masam dihadapan Sergio dan Sander hingga akhirnya mereka sendiri jera. Ha, cuma semudah itu mengalahkan kakak-kakaknya yang jahil mampus dan sangat kompak. Sang gadis langsung menyeringai lebar, jadi merasa tidak peduli terhadap tempatnya berpijak sekarang ini. Padahal, baru saja saat Sergio dan Sander tidak ada dirinya menggumamkan kalau tempat ini benar-benar tempat yang tidak pantas untuknya—dengan tanpa nada agar tidak ada satu orangpun yang mendengar kata-kata tersebut dari bibir manisnya dan kemudian ditutup pula oleh tangan kirinya, seolah dirinya tengah bersin-bersin karena terlalu banyak debu bertebaran di tempat ini.
Pada kenyataanya tempat ini memang terlalu banyak debu, namun imunitas Selena sedang tinggi-tingginya hingga hidungnya tidak terkontaminasi dengan debu dan tidak bersin-bersin.
Kini kedua tangannya tengah memegang segelas butterbeer—baru saja dibelikan oleh kedua kakaknya sebagai permintaan maaf karena mengira Selena sedari tadi mengelilingi Leaky Cauldron demi mencari mereka berdua dan membuatnya sedikit kelelahan. Selena sudah menebaknya, sih. Tapi, memang, dibalik sifat mereka yang menurut Selena mendekati brutal itu ada kebaikan yang tulus dari kedua kakaknya. Membuat gadis berdarah campuran Jerman dan Korea itu melebarkan senyumannya lagi, kali ini tulus. Karena, jujur, dirinya juga capek kalau disuruh mencari kedua kakaknya yang suka kabur kemana-mana itu. Apalagi kedua belah telinganya hampir sukses tuli karena terlalu banyak suara yang diterima oleh daun telinganya. Ah, tempat ini memang padat dengan orang-orang, bahkan mungkin kalau menaiki satu lantai saja sudah ada banyak orang-orang disana. Lupakan. Sialnya, sekarang kedua kakaknya malah pergi lagi tanpa bilang-bilang dulu sama Selena. JAH.
Pokoknya jangan suruh Selena untuk mencari Sergio dan Sander. Selena capek.
Namun lagi-lagi dirinya mengelilingi sekali lagi tempat kumuh itu. Nihil. Sepertinya sih keluar dari Leaky Cauldron, atau tidak malah menembus menuju pusat perbelanjaan Diagon Alley. Selena memasang tampang kesal (lagi) pada akhirnya, sekaligus lelah. Sepertinya sekarang dirinya harus mencari tempat duduk untuk beristirahat sebentar. Ingat tidak kapan terakhir kali dirinya menemukan tempat duduk? Dua jam yang lalu, dan dua jam berdiri itu sangat-sangat-sangaaaaat melelahkan. Bahkan sama melelahkannya ketika kau bermain lempar bola dan kau hampir terus-terusan menjadi kucing yang mengejar bolanya tersebut. Manik kembarnya yang berwarna hijau lime itu kemudian menemukan tempat duduk juga, pada akhirnya. Namun disebelahnya ada seorang anak laki-laki. Tapi, tidak masalah sih bagi Selena, selama tidak terlalu mengganggu dan tidak membuatnya makin lelah lagi. Kedua kakinya kemudian mendekati laki-laki tersebut. “Emm... boleh duduk disini, ‘kan?”
Formalitas, lah—Mum yang selalu mengatakan hal itu, minta izin dulu.
Labels: Date: 25122009, Thread: WANTED: ERIN SHELLEY