Irrashaimase... #1
Monday, August 2, 2010
Belanjanya benar-benar sudah selesai ternyata. Selena hanya bisa menghembuskan nafas sepanjangnya ia bisa sambil melirik kearah dua kakaknya yang entah kemana lagi mereka akan mengajaknya pergi. Semua kebutuhan yang Selena perlukan sudah ditangannya, tepatnya ditangan kedua kakaknya atas inisiatif mereka berdua yang tidak mau membuat Selena kelelahan sendiri dengan belanjaan sebanyak itu. Ah, mungkin sekarang Sergio dan Sander sedang ingin mengunjungi Toko Lelucon Gambol & Japes yang sempat Selena perhatikan sebelumnya saat mengunjungi toko lain. Tapi, sekarang benar-benar terserah kedua kakaknya itu mau menyeret kemana, toh urusan keperluan Selena sudah selesai semuanya, kok.
Nyatanya tidak. Sergio dan Sander tidak selalu bisa ditebak, memang. Selena memandang bergantian antara Sergio dan Sander dengan heran. Sepertinya mereka baru saja melewati toko tersebut. Mungkin niat isengnya sedang meredam sebentar—yang selalu Selena perhatikan, ya, seperti itu. Terkadang meredam, nanti juga muncul lagi, bahkan bisa lebih ganas dibandingkan sebelumnya. Berlebihan, memang, kata-katanya, namun kenyataannya ya memang seperti itu, kau tahu? “Mm... eh ya, kita mau kemana lagi, sih?” sang gadis mulai membuka bibirnya dan mengeluarkan suara manjanya lagi. Selena bingung dengan jalanan ini, sepertinya waktu keluar toko-toko tadi kelihatannya sama saja, seperti tidak ada ujung jalan tempat dimana adanya perbatasan antara dunia sihir dengan dunia muggle.
Sander menunjuk kearah suatu tempat, yang sangat tidak diduga oleh Selena. TOKO ES KRIM, SAUDARA-SAUDARA. Selena memang paling suka dengan es krim. Sander dan Sergio sepertinya memang tahu betul kalau adiknya sudah kelelahan. Dengan penuh semangat, Selena mulai menarik lengan milik kedua kakaknya dan memasuki toko es krim Florean Fortescue tersebut. Sumpah, salah satu hal yang membuatnya makin tercengang dengan tempat ini adalah interiornya yang sangat berbeda dengan toko-toko lainnya. Lucunya, nuansa Asia-nya begitu terasa, hingga membuat Selena merindukan tanah kelahirannya. Korea Selatan, yeah. Mum juga berasal dari negara tersebut, kan? Selena terkekeh kecil bersama Sergio dan Sander.
[Avelind—atau... Shaceliane?]
Yeah, waktunya memesan. Selena tahu, kok, apa yang disukai oleh kedua kakaknya itu. Namun, ketika melihat kearah board Yukata (?) yang terpampang, dirinya langsung mengubah pilihannya. Ada Ice Cream Fish khas Korea. Bikin mupeng, sumpah, tetapi perhatiannya teralih seketika saat dirinya melirik keatas board tersebut. Yoghurt. Tanpa ragu, Selena langsung memesan.
“Permisi, aku ingin tiga original yoghurt dengan topping mocchi cokelat dan mocchi strawbery. Sekalian juga...” terputus, dirinya melirik lagi kearah board. Siapa tahu dirinya malah salah memesan—NAH, benar. “...tiga butterbeer.” lanjutnya dengan mantap. Sebetulnya dia bisa saja memesan butterbeer di Leaky Cauldron tadi. Tetapi, ya, dia sangat tidak suka dengan tempatnya yang sangat berbanding terbalik dengan tempat yang satu ini.
Labels: Date: 23122009, Diagon Alley: Florean Fortescue