Randomness
Monday, August 2, 2010
Sergio dan Sander gila. Selena baru saja mengucek kedua matanya, dan kenyataan dihadapannya sungguh mengejutkan. Bandar Udara Stockholm. Mereka berada di Swedia sekarang. Entah apa yang ada di pikiran Sergio dan Sander kali ini. Padahal sepertinya mereka cuma akan mengajak Selena ke Pantai Timur yang terletak di Helgoland, dan Mum menyetujuinya. Namun, kenapa malah sampai sini? Selena benar-benar bertanya-tanya sekarang. Kedua pergelangan tangan Selena ditarik lagi oleh Sergio dan Sander, dan mereka berdua segera masuk kedalam taksi—menuju Gamla stan, kalau Selena tidak salah mendengarkan apa yang dikatakan Sander tadi.
Nama-nama jalan di Swedia membingungkan, sumpah.
Melewati jalan sana-sini, sangat jauh berbeda dengan Berlin yang sudah hampir Selena hafalkan semua nama-nama jalannya. Dirinya kemudian melirik kanan dan kirinya—dan sampailah mereka. Tidak terasa.
Turun dari taksi, gadis yang kini mengenakan t-shirt hijau lumut dengan celana pendek selutut berwarna putih itu mulai ditarik lagi lengannya oleh Sergio dan Sander menuju Gamla stan. Tepatnya, di lapangan kecilnya. Sekedar menikmati indahnya kota tua ini. Selena malah terbawa senang karena lagi-lagi tangannya ditarik oleh kedua kakaknya—benar-benar mengingatkannya pada masa kecilnya yang terlalu indah untuk dilupakan. Kedua bola matanya terlihat berbinar-binar ketika mereka bertiga benar-benar berhenti di lapangan kecil tersebut, kemudian melirik lagi kearah jalanan yang menanjak—ada dua orang yang nampaknya sedang menuju kesini. Memang, apa pedulinya Selena? Lagipula sepertinya Selena tidak akan kenal dengan dua orang tersebut, kok.
“Ayo, oppa! Main lagi!” serunya ceria dan terdengar manja kearah kedua kakaknya. Kemudian gadis itu malah berlari entah kemana, dirinya memang buta arah. Sesekali dirinya menoleh kearah belakang, melihat sendiri apakah Sergio ataupun Sander mengejar anak itu atau tidak. Tak lama berselang, dirinya kembali menghadap depan sambil berlari—dan berhenti tiba-tiba karena hampir menabrak dua orang yang ia lirik tadi. Tak ayal Selena langsung ngos-ngosan kemudian memandang dua orang itu bergantian. “Ah, sorry, hampir menabrak.”
...semoga dimaafkan. Hahaha.
Udah dapet ijin dari TS.
Labels: Date: 23122009, Thread: Randomness