EPIC! #2
Monday, August 2, 2010
Yup, dia baru saja mengatakan EPIC. Satu kosakata baru yang sepertinya memang menggambarkan keadaan di tempat ini. Bar kumuh yang sudah termakan umur, orang-orang yang menurut asumsi Selena hampir sebagiannya tidak punya kepedulian sama sekali, dan orang-orang yang bisa Selena katakan barbar dengan berkoar-koar sana sini. Selena mulai melirik sinis kearah seorang anak yang berkata padanya kalau suaranya terlalu EPIC sampai membuat kupingnya sakit. Selena tersenyum kecut. Entah kenapa Selena jadi mengharapkan Sergio dan Sander datang kemari dan langsung menyeretnya pergi entah kemana agar dirinya tidak benar-benar ikut terlibat dalam situasi yang terlalu ribut ini. Namun, sebelumnya, Selena terlebih dahulu menanggapi anak perempuan yang sepertinya sebaya dengannya itu dengan nada sinis.
“Mm... mati saja kau, dasar makhluk tidak EPIC.”
Mungkin segala prasangka baik tentang Selena akan segera buyar ketika kau mendengar kata-kata tersebut keluar dari bibir merah muda alami milik Selena.
Jujur, Selena sudah bingung apa yang harus dilakukannya sekarang. Selama Sander dan Sergio masih menghilang entah kemana, Selena masih harus disini untuk menunggu mereka. Ah, kedua kakaknya itu memang sungguh EPIC. Mereka bisa menghilang kemana saja sesuka mereka, selama yang mereka mau. Rasanya Selena ingin kembali ke rumahnya segera, atau hotel tempat mereka menginap—Nelissen bersaudara itu lebih memilih untuk menginap di hotel terdekat ketimbang harus menginap di tempat kumuh yang juga merangkap penginapan ini. Kedua matanya kini melirik kearah anak lain yang mulai berteriak dengan barbarnya. Kemudian ada lagi seorang anak perempuan dengan paras Asia dengan rambut keritingnya. Yang jelas, sih, bukan keturunan Jepang. Mungkin Asia Tenggara... dan dia menanyakan apa itu EPIC. Makhluk kurang EPIC, dasar, kosakata luar biasa seperti EPIC saja tidak tahu.
Kampungan.
"Hei! Suaramu juga oke, teriakanmu kencang! Boleh juga, namamu siapa? Aku Leraude, panggil saja Le!"
...hah?
Lemotnya nongol lagi.
Gadis itu memandang bingung kearah anak perempuan yang kelihatan hiperaktif itu. Selena berusaha mencerna apa yang dikatakan anak perempuan itu tadi. Dia membicarakan soal teriakannya tadi, hm? Well, itu teriakan... unconditionally EPIC, memang. Kedua manik lime milik Selena kini memandang lurus kearah anak perempuan yang tadi mengajaknya bicara itu. “Mm... aku... Selena Nelissen, dan... yah, suaramu oke juga, Le. EPIC.” ujarnya dengan nada manis, berbanding terbalik dengan teriakan yang tadi, bukan?
Apa nampaknya Selena mulai merasa senang dengan keadaan EPIC seperti ini.
Ngomong sama Emmy dan Le, epicly.
Labels: Date: 23122009, Thread: EPIC